Bagi siswa kelas XII (kelas 3) tingkat menengah (SMA/SMK/MA) saat ini menjadi minggu-minggu awal bebas dari pelajaran dan UAN. Tentu perasaan senang, lega dan seterunya menyeruak dalam diri. Paling tidak itu yang dirasakan untuk sementara waktu sambil menunggu pengumuman kelulusan yang rencananya akan diumumkan resmi pada 16 Mei 2011. Tapi hidup tak berhenti di situ bukan? Justru semua baru akan dimulai. Siswa kelas XII yang dalam masa transisi akan menjalani rutinitas berbeda, tidak berangkat sekolah lagi, tidak bertemu teman/guru di ruang kelas, tidak lagi bisa menyapa dan disapa. Yang paling berbeda adalah tidak akan ada lagi kegiatan belajar mengajar, kewajiban mengikuti pelajaran. Memang, semua sudah selesai. Lantas apakah semua memang benar-benar selesai? Tentu tidak.
Salah satu media nasional dalam hasil jajak pendapatnya menunjukkan bahwa mayoritas responden (85%) berniat melanjutkan studi di perguruan tinggi. Namun sebagian lulusan sekolah menengah kejuruan memilih untuk tidak melanjutkan kuliah. Alasannya adalah ketiadaan biaya dan biaya kuliah yang semakin meroket. Untuk itu perlu pemikiran yang matang untuk memilih studi lanjut. Berdasarkan data statistik Perguruan Tinggi (Kemendiknas) lima besar jurusan yang paling diminati pada tahun ajaran 2009/2010 adalah ekonomi menududukiperingkat pertama, disusul oleh teknik/teknologi, kemudian perikanan, peternakan, pertanian. Urutan keempat adalah kodokteran/kesehatan. Dan yang kelima adalah hukum.
Benar apa yang disampaikan Kompas Esktra (edukasi) bahwa “Selepas sekolah menengah atas, siswa akan menapaki tahap terpenting dalam upaya menyiapkan diri untuk menjadi manusia mandiri. Tahap itu adalah sekolah di perguruan tinggi, seiring dengan begitu beragamnya perguruan tinggi yang bisa dipilih, begitu beragam pula jalan yang bisa ditempuh untuk memasukinya, juga begitu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan.” Ungkapan ‘malu bertanya sesat di jalan’ akan sangat berlaku pada kondisi ini. Maka, jangan malu bertanya. Bertanya apa saja pada mereka, semua orang yang pernah mengalami masa-masa ini, hingga mereka bisa sampai pada langkah kehidupan seperti saat ini. Mereka adalah guru-guru, orang tua, orang-orang tidak sukses maupun tidak sukses di bidangnya, kakak-kelas atau alumni di setiap sekolah. Mereka adalah para pendahulu yang pernah mengalami kehidupan, punya pengalaman dalam memilih tingkat pendidikan lebih tinggi. Bertanya dan belajar pada sejarah dari sejarah kehidupan sesorang akan sangat baik dan bermanfaat.
Orang tua tak lagi harus bersikap otoriter terhadap pilihan anak-anaknya. Anak juga tak boleh semaunya menentukan pilihan. Ada jalan tengah yang indah untuk bisa diselaraskan antara orang tua dan anak. Di sisi lain, guru-guru di sekolah juga memiliki banyak informasi yang bisa digali untuk menjadi pertimbangan. Ingat, tak cukup hanya bertanya pada guru BK. Guru mata pelajaran lain juga memiliki banyak info berharga. Mungkin, guru BK akan menjadi tempat labuhan siswa untuk yang terakhir guna konsultasi, selanjutnya membimbing secara teknis menjalani langkah dan tahapan daftar pada perguruan tinggi negeri atau swasta.
Bertanya pada orang lain, termasuk kakak kelas, saudara atau siapa saja yang menggeluti bidang yang menarik akan sangat melebarkan pengetahuan. Bertanya pada ahlinya, pada yang sudah berprofesi akan samakin membuat kaya pengetahuan yang lingkupnya pada tahap dan tataran pengalaman.
Pun perlu kita bertanya pada orang-orang yang gagal menjalani studi di tingkat lanjut, sebab dalam kegagalan seseorang memiliki manfaat sangat berharga. Supaya kegagalan tersebut tidak terjadi pada diri kita, si penanya. Tentu bertanya pada yang sukses juga sangat saya sarankan.
Kalimat bijak mengatakan, semua akan indah pada waktunya. Tentu untuk indah pada waktunya butuh proses dan persipan yang panjang pula. Dalam hal pilihan studi lanjut, mulai saat sekarang anak dan orang tua mulai menggali info dari berbagai sumber. Berdiskusi dengan cara yang indah antar orang tua dan anak kesayangan menjadi pilihan yang sangat disarankan. Sekali lagi, begitu banyak pertimbangan yang harus dipikirkan dalam memilih studi lanjut, mulai dari sekarang agar kelak anak-anak “tak sekadar mejalani” studi di perguruan tinggi.
Maka dalam proses tersebut akan mengarah pada perguruan tinggi mana yang cocok, yang sesuai minat/keinginan, dan dana. Muncullah perguruan tinggi yang menjadi idaman. Pertimbangan untuk memilih pergurun tinggi ada pada fasilitas pendidikan dan sarana pendukung yang baik dalam proses belajar. Kurikulum dan mata kuliah juga menjadi pertimbangan. Lainnya adalah lokasi perguruan tinggi, jauh atau dekat. Letak strategis dengan akses jalan, tranportasi atau fasilitas umum lainnya. Citra dan nama besar universitas perlu juga dipikirkan. Yang terakhir adalah biaya. Biaya menjadi salah satu pokok untuk menentukan pilihan. Selain yang saya sebutkan tadi, tidak munafik orang akan juga memperhatikan prospek dan lapangan kerja ke depannya.
Bagi anak:
Pertimbangkan pilihan studi yang akan diambil. Tentang jurusan, dan diperguruan tinggi mana. Jangan hanya menetapkan satu pilihan. Buat beberapa pilihan alternatif jika yang utama tidak bisa dicapai, ada alternatif lain. Bertanya pada banyak orang menjadi hal wajib, terutama pada mereka yang memiliki bidang kesamaan dengan pilihan. Prospek ke depan dan bagaimananya. Hal itu akan menjadi hal sangat penting. Asal pilih tidak menjadi saran. Kemampuan orang tua dalam hal biaya juga menjadi pemikiran.
Dalam memilih, libatkan hobi, kesukaan, hal yang disenangi, kepandain, kecenderungan dalam bidang pelajaran apa yang paling dikuasai. Hal-hal tersebut perlu dipertimbangkan dan digali dengan serius untuk bisa menemukan jurusan apa yang nantinya kira-kira sesuai dengan pilihan hati, tentu harus mengukur kemampuan. Asal pilih, ‘anut grubyuk’ teman tak akan memberikan hasil optimal. Untuk itu bisa minta bantuan guru-guru sehingga bisa memberikan masukan, tapi tatap saja hasil akhir yang menentukan adalah kalian.
Libatkan orang tua dalam memilih, sebab mereka yang akan menjadi penopang biaya selam kuliah. Tentu orang tua juga harus tau, dan perlu diskusi panjang. Mau menangnya sendiri akan berakibat tak baik dalam hubungan. Bagaimanapun orangtua ingin anaknya hal yang terbaik. Anak juga harus bertanggung jawab atas pilihannya. Kuncinya total dalam mejalani studi, sehingga hasil maksimal dan membawa manfaat untukkehidupan yang akan datang.
Bagi orang tua:
Orang tua perlu berdiskusi dengan keluarga teman untuk membuka cakrawala, tentang potensi anak, kemampuan anak dan prospek kerja di masa yang akan datang. Dengan mengasuh anak sejak kecil, pasti orang tua bisa mengarahkan anak ke mana nanti akan memilih. Kecenderungan anak, tabiat anak, rajin, malasnya anak dalam bidang tertentu bisa menjadi unsur dalam menentukan pilihan. Sekali lagi jalan tengah yang indah akan bisa didapatkan dan akan menghasilkan pilihan yang sangat pas.
Orang tua harus membuka diri pada hal-hal baru dan meng-upgrade wawasaan, peluang kerja dan hal-hal lain yang sudah tidak sama dengan jamannya waktu dulu.
Kebanyakan orang tua dalam mengarahkan pilihan studi anak berpedoman pada hal praktis yaitu gampang dalam bekerja dan mudah cari uang. Maka jika ada yang ngotot dan keinginannya ‘pengen’ dituruti anak dalam hal memilih studi, orang tua tidak sepenuhnya salah. Hanya saja perlu melihat dan bercermin pada kemampuan anak. Melihat nilai minat serta ketertarikan anak. Berilah tanggung jawab pada pilihan sang anak. Sehingga anak-anak akan sangat bersungguh-sungguh atas pilihannya sendiri.
Sekali lagi, dalam menentukan pilihan, anak dan orang tua tak boleh main-main dan asal-asalan. Supaya tidak semakin banyak sarjana yang nganggur tanpa karya. Masih ada beberapa minggu untuk menyiapkan diri dalam memilih sebelum ujian masuk perguruan tinggi digelar pada 31 Mei-1 Juni mendatang.
Untuk mengambil keputusan TIDAK boleh sama-sama egois, harus dengan banyak pertimbangan. Seperti yang kita tahu, masa kuliah berbeda dari masa sekolah. Pada waktu itu, ada masa transisi dari SMA ke anak kuliahan dan pasti akan bertemu dengan berbagai macam orang, dalam masyarakat. Pilihan kalian berpengaruh pada masa depan.
Setelah mendapatkan pilihan yang apa yang yang dituju, kalian siswa kelas XII, perjuangkan itu mulai dari sekarang. Jangan batasi diri kalian dalam mencoba hal baru (kecuali untuk hal negatif). People won’t be able to develop themself if they limit themselves. Terus jadilah yang terdepan. Tak lagi ada “rapatkan barisan satukan jawaban” akan tetapi dituntut untuk lebih mandiri dan berlomba serta berkompetisi dengan teman-teman seperjuangan lainnya.
Maka, benar apa yang ditulis oleh Susanna Tamaro, dalam buku ‘Pergilah Kemana Hati Membawamu’, “Dan kelak, di saat begitu banyak jalan terbentang di hadapanmu dan kau tak tahu jalan mana yang harus kau ambil, janganlah memilih dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat. Tariklah napas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia ini. Jangan biarkan apa pun mengalihkan perhatianmu, tunggulah dan tunggulah lebih lama lagi. Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkan hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke mana hati membawamu.”
Biodata: Penulis adalah Guru Pengajar di SMAN 2 Bojonegoro dan SMPN 2 Gondang, Sindikat Baca, Blogger Bojonegoro, Sosial Networking Literasi,
Sindikat Blogger
-
PENDIDIKAN BERKARAKTER, PRAMUKA SOLUSINYA4 months ago
-
Induk kambing dan anaknya1 year ago
-
i wanna be happy forever and ever1 year ago
-
Wanna Meet an Angel or Devil ?1 year ago
Client Site
-
-
Artis Masa Depan1 month ago
-
Cerdas Berkompetisi2 months ago
-
-
-
-
-
Hello world!1 year ago
-
DNT telah tiba2 years ago
Sindikat 13
-
Dan inilah kami,The Winner!2 months ago
-
KAU ULANGI LAGI5 months ago
-
Makna Sebuah Persahabatan5 months ago
-
Bocah 7 Tahun Jadi Pemain Real Madrid9 months ago
-
Hujan Al - Mukkarom1 year ago
-
-
GERIMIS1 year ago
-
Melodi Alam1 year ago
-
-
Untukmu, guruku2 years ago
-
Blog Siswa
-
tentang hujan3 months ago
Blog Alumni
Situs Sekolah
Situs Berita
6.2.12
Memilih Kuliah, Anak dan Ortu Tak Boleh Egois
Diposting oleh
Cakrawala Hati
di
11:24 PM
0
komentar
3.9.11
Membaut Rekam Jejak Keluarga
Diposting oleh
Cakrawala Hati
di
9:28 PM
0
komentar
30.8.11
Berbagi Sebiji Kurma
Aku hanya ingin mencatat semua kejadian hari ini, kejadian yang mungkin bukan apa-apa bagi orang lain, tapi sangat apa-apa bagiku. Mengabadikannya pada sebuah posting blog adalah pilihan. Kau tak perlu merisaukannya. Bila tak suka, tak perlu kau mempersoalkannya. Kejadiannya begini:
Sungguh, inilah keindahan yang aku dapatkan di ujung Ramdhan, menjelang syawal. Keindahan berbagi, kerelaan memberi.Pak tua, usai sholat ini akan aku tanyai kau. janjiku dalam hati. Rumahmu mana. Aku akan mengucapkan terima kasih sekali lagi. Siapa tau suatu saat aku bisa membalas atau aku bisa bertemu dengannya di suasan yang berbeda.
Diposting oleh
Cakrawala Hati
di
8:47 PM
0
komentar
Indahnya Menangis dengan Hati
Pukul 5 sore hampir saja berlalu, usai sholat Ashar, aku memnyalakan PC, untuk mengkatamkan tadarus Al-quran yang tinggal juz terakhir. Segara saja kau lantunkan dengan nada yang santai. Tiba-tiba saja suarku serak dan kelu, air mataku tumpah, dan aku menangis ketika membaca ayat yang ada di juzz Amma.
Diposting oleh
Cakrawala Hati
di
8:39 PM
0
komentar
Mengakhiri Ramadhan dengan Manis
Mengakhiri ramadhan dengan manis, itulah keinginnanku.
1. Jam 4 sore bangun kemudian megktamkan tadarus Al-qur'an bersama komputer kesayangku yang tinggal juz terakhir.2. jam 5 sore lebih 15 menit aku ingin pergi ke masjid Darusalam untuk ikut sholat Magrib berjama'ah. Selama ini aku tak pernah, sebab sungkan, malu, ketemu orang yang dikenal sebab dikira mencari takjil atau ingin buka puasa gratis, sebab Allah masih memberikan kemampuan Rizki supaya aku membelinya dan kadang mebelikan orang lain . Tapi sore nanti aku akan datang dengan tanpa berniat mendapatkan takjil.3. Aku ingin bertakbir di masjid Darusalam. Bertakbir di tengah malam, ketika banyak orang begadang di rumah, di kafe atau di temapat nongkrong. Tapi aku ingin merenung dan bersimpuh kepada Allah tentang apa saja yang telah aku kerjakan. Bermunajat, koreksi diri.4. Esok harinya aku ingin sholat idul fitri di shof paling depan. Mungkin aku harus berangkat sekalian jama'ah Sholat Shubuh.5. Setalah itu aku akan mudik ke Kuniran, bertemu dengan keluarga besarku. bersimpuh dan memegang erat tangan Ibu bapakku.
Diposting oleh
Cakrawala Hati
di
8:12 PM
0
komentar
23.8.11
Menjadi Kaya dengan Cara Allah
Judul Buku:
7 Keajaiban Rizki
Penulis:
Ippho “Right” Santosa
Penerbit:
PT. Elekmedia Komputindo -
Cetakan:
ke-17, Mei 2011
Tebal:
192 Halaman
Oleh:
Prawoto
Saya yakin, bahkan haqqul yakin bahwa setiap manusia pasti ingin kaya. Ketika berbiaca masalah harta dan kekayaan semua mata akan menjadi “hijau”. Maka saya selalu bertanya pada setiap teman, “Apa kamu kepengen kaya…?”. Ya benar, semua menjawab “Pengen”. Siapapun itu, saya, pembaca resensi ini bahkan penulis buku ini pun pasti pengen kaya. Lantas kalau pengen kaya, ini kitabnya. Itulah yang sering terlontar jika sedang bertemu seorang teman. Sehingga, selalu saya anjurkan untuk membaca buku 7 Keajaiban Rizki. “Sampean (anda) wajib membaca buku ini pokoknya. Jika tidak selamanya sampean akan miskin, dan tidak pernah tau bagaimana supaya menjadi kaya denga cara Allah”
Bagi orang yang kecenderungan berfikir dengan otak kiri, pasti akan menyangkal. Apa mungkin dengan hanya membaca buku ini bisa kaya. Hanya ada 4 kata yang saya gunakan untuk menyanggah pernyataan tersebut. “Baca Dulu Lalu Buktikan.”
Buku ini ditulis dengan sangat gampang dimengerti, disertai dengan joke-joke menarik. Keajaiban lain dari buku ini adalah ia mampu “berbicara” dengan begitu lugas, tidak berbelit-belit, mengalir dan mampu menebak isi kepala setiap pembaca, sehingga setiap sangkaan, argument, bantahan dan pertanyaan yang sifatnya berseberangan atau belum mengiyakan muncul pada pikiran saat itu (saat membaca dan berdialaog dengan isi buku) akan langsung dijawab dibagian lanjutannya. Tidak perlu menunggu lama. Benar-benar pembaca akan di buat senang dengan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang terlintas di benak pembaca. Tak perlu menunggu terlontar dari mulut pembaca, hanya di batin saja, penulis sudah akan tau kemudian menjawabnya beberapa saat pada baris berikutnya.
Kekuatan Buku 7 Kejaiaban Rizki ini terletak pada cara bercerita, penuturan yang sangat logis sehingga pembaca akan disuguhi fakta-faka yang terjadi di sekitar kehidupan sehari-hari, kaitanya dengan 7 kajaiban tersebut. Pembaca akan digiring untuk berfikir atas analogi-analogi yang digunakan sebagai contoh. Penulis mampu meyakinkan pembaca dengan menggunakan analogi-analogi sederhana hingga pembaca kepalanya manggut-manggut.
Tidak perlu berfikir keras untuk bisa mengerti isi buku ini. Kesederhanaan contoh yang digunakan membuat tulisan ini bisa diterima semua kalangan. Sekali lagi, tidak butuh otak yang genius untuk bisa mengerti isi buku ini. Buku ini jauh dari sebuah tulisan yang banyak menggunakan istilah ilmiah yang bisanya susah di mengerti.
Buku ini mampu memberikan paradigma yang beda atas dogma-dogma yang telah kuat mengakar pada pikiran masyarakat Salah satunya adalah konsep iklas. Sedekah itu tidak harus iklas. “Kalo menunggu iklas kapan akan mulai sedekah. Apa kalo tidak iklas tidak akan dibalas. Bagaimana dengan orang non muslim. Apa mereka mengenal istilah iklas.” Kira-kira ada tulisan didalam buku itu yang bunyinya seperti itu. Bahwa iklas itu adalah kerelaan memberikan kapada orang, dan berharap dibalas oleh Allah. Karena ini janji Allah. Sesuai dengan ayat Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari, maka pasti azabKU sangat berat (Qs.14:7) “. Kita berharap kepada Allah, meminta balasan Allah itu boleh dan syah. Maka Allah akan membalsnya dari jalan yang tidak disangka-sangaka.
Pertnyaan dan sanggahan yang muncul, semua terjawab dengan sangat masuk akal. Siapapun itu, bahkan orang yang cenderung menggunakan otak kira (aliran kiri) yang biasanya hanya mengedepankan logika, rasionalitas, analistik juga akan langsung mengiyakan. Apalagi pembaca yang memang sudah berfikir menggunakan otak kanan (aliran kanan)
Para pakar otak meyakini bahwa otak kiri adalah otak rasional, terkait dengan IQ. Otak kiri cenderug realistis, analistik, kuantitatif, aritmatik, serial, linier, terencana, rapi. Sementara otak kanan adalah otak emosiaonal, yang terkait dengan EQ.
Apa saja 7 keajaiban rizki yang begitu menarik perhatian pembaca. 7 Kejaiban itu antara lain:
Sidik Jari Kemenangan
Pembaca ditunjukkan dengan sebuah fakta bahawa setiap manusia itu unik. Unik layaknya sidik jari. Oleh penulis, itu disebut sebagai sidik jari kemenangan. Setiap orang punya cara tersendiri untuk meraih kemenangan. Tetapi pada bab ini penulis kurang detail dalam menjelaskan sidik jari kemenangan. Maksud dan tujuan serta opini yang pengen diciptakan tidak sampai pada pembaca. Yang terjadi adalah kebingungan. Hanya saja ini terjadi pada awal awal. Jangan khawatir, pertahankan minat bacamu sampai masuk keajaiban 2 dan selanjutnya.
Sepasang Bidadari
Hal ini akan membuat mesra pembaca, meningkatkan aroma cinta dalam keluarga khususnya terhadap istri dan ibu kandung. Uraian tentang sepasang bidadari mampu membuat pembaca tersegarkan pengetahuannya tentang doa orang tua yang begitu dahsyat. Perintah yang menyuruh anak untuk berbakti kepada orangtua begitu tegas, keras, dan jelas sekali di dalam al-Qur’an dan hadis. Pengetahuan tentang istri sebagai bidadari ke-2, sepengetahuan peresensi belum banyak dibahas di buku lain. Dibuku ini pembaca akan menemukannya. Saat memiliki keinginan, jika sepasanag bidadari ikut mendoakan , maka keinginan itu akan cepat terwujud. Ibarat orang terbang, doa ibu dan istri akan menjadi sepasang sayap. Bagaimana jika terbang tanpa sayap atau hanya menggunkan satu sayap. Bagaimana supaya sayap-saya itu tercipta, buku ini mengjarkannya.
Golongan Kanan
Bahwa golongan kanan (pemilik otak yang cenderung menggunakan otak kanan) adalah golongan yang mengendalikan dunia. Sebab orang golongan kanan akan lebih kreatif, imajinatif, intuitif, lebih berani menghadapi resiko. Maka kita diajak untuk mengasah otak kanan yang tidak terkira pentingnya. Pada bahasan ini pembaca akan dipaparkan tentang fakta dan usaha bagaimana hal-hal diduni ini dekerjakan dengan cara kanan, dibandingkan dengan jika dikerjakan dengan cara kiri.
Yang sungguh manarik adalah bagaimana proses menikah jika dikerjakan dengan cara kanan dan kiri. Dengan membaca buku ini, siapapun yang belum menikah akan sangat segera ingin menikah dengan cara otak kanan. Yaitu dengan cara kenalan, lamaran, dan akad nikah. Selesai!!. Tak perlu takut belum punya ini dan itu. Agama juga mengajarjkan ini. Sungguh mengerjakan dengan cara kanan akan lebih mudah, menarik dan sesuai dengan ajaran Agama islam.
Simpul Perdagangan
Pada bahasan ini, Ippho mengajarkan pada setiap orang untuk menguasai perdagangan artinya melakukan jual beli. Sebab Nabi kita Muhammad juga pedagang yang handal. Jika mau kaya maka berdaganglah, dan nabi telah memberikan contohnya.
Perisai Langit
Buku ini akan semakin meyakinkan setiap pemabacanya untuk mau bersedekah dengan jumlah yang sangat banyak, rela melaksanakan sholat dhuha ditengah himpitan waktu dan pekerjaan, menikmati sholat tahajud saat sepertiga malam yang kebanyakan dipakai orang lain untuk menarik selimaut terlelap tidur.
Manfaat sedekah sampai dianalogikan dengan hitungan matematika. 10-1 =19. Artinya jika kita memiliki sesuatu yang jumlahnya 10, jika diambil satu untuk disedekahkan, maka Sesutu itu akan menjadi 19. Sebab Allah akan membalas minimal 10 kali lipat dari apa yang kita sedekahkan. Pengetahaun ini akan semakin membuat pemabaca untuk dengan senang hati bersedekah, sebab mengingat Allah akan mengembalikannya lebih. Dan tidak ada cerita, bahwa orang yang gemar sedekah hidupnya miskin.
Pembeda Abadi
Jika pembaca mau mengamalkan maka dia akan mendapat rizki yang berlipat. Maksud dari pembeda abadi adalah kita harus memiliki kekuatan. Dan kekutan itu harus menempal sehingga menjadikan kita berbeda dengan yang lain. Kekuatan itu akan menutupi kekurangan kita. Dalam bahasa marketing kita harus memilki brand image/ciri khas yang menjual. Mencari sesuatu yang kita minita (hobi/potensi diri), yang menyenangkan, mendatangkan uang. Itulah pembeda badi yang harus diciptakan mulai sekarang.
Pelangi Ikhtiar
Pelangi ihtiar ini dihiasi oleh tujuh bias yaitu impian, tindakan, kecepatan, keyakinan, pembelajaran, kepercayaan, dan keiklasan. Jika manusia mau melakukannya pasti dia akan keluar menjadi pemenang. Hal ini akan semakin membuat pembaca melambungkan impian-impian yang dimiliki secara cepat, tanggap dalam beraksi.
7 keajaiban tersebut akan memberikan inspirasi kepada pemabacanya untuk berbuat sesetau dengan cara kanan yaitu dengan pendekatan agama yang ujung-ujung bisa mendatangkan uang secara menyenangkan. Hal ini akan membuat pembaca semakin semangat, bergairah dalam menjalani kehidupan selain itu buku ini akan meningkatkan keyakinan pembaca bahawa setiap orang bisa kaya.
Dalam buku ini Ippho “Right” Santosa sangat tekun membimbing pembaca untuk tidak sekedar membaca tapi juga melakukakan. Buktinya pada setaip akhir pembahasa dari masing-masing keajaiban selalu ada “Sekarang Apa yang Harus Anda Lakukan?” sub pokok bahsan ini sangat membantu pembaca untuk langsung berbuat sestau. Pembaca akan terbimbing, termotivasi, tergerak hatinya untuk melakukan hal yang talah dibaca sebelumnya. Pembaca tidak usah susah-susah meraba-raba/menyimpulkan sendiri tentang apa yang harus dilakukannya setelah membaca setiap babnya.
Banyak buku yang mengajarkan pada kita untuk kaya. Ajarannya adalah jika mau kaya maka bekerjalah atau buku yang hanya memotivasi orang untuk mau bekerja keras. Penekanannya adalah pada skil, peluang pasar, sisi perhitungan, dan marketing. Semuanya berdasarkan cara kerja otak kiri. Sebut saja buku The cashflow quadrant, karya Robert T. Kiyosaki yang begitu terkenal di dunia ini. Untuk jadi kaya, buku ini mengajarkan sesuatu untuk bisa dijadikan aset, berpindah dari quadran kiri ke kanan dengan cara menjadi pebisnis atau penanam investasi. Hal ini memang sudah menggunakan cara kanan, tapi jauh dari cara agama/spiritual yang diajarkan oleh agama pada kita. Buku 7 Keajaiban Rizki tetap memiliki nilai lebih karena kita bisa menjadi kaya dengan bimbingan Allah, dengan menggunakan cara yang diajarkan oleh Allah pula. (ompra)
Ayo teman-teman kita dukung Sahabat Blogger dalam lomba resensi 7 keajaiban rezeki dengan cara kunjungi situs ini dan like http://www.rightbrainaward
Terimakasih sahabat, atas Partisipasinya. Salam,
Ompra - Blogger Bojonegoro
NB: Artikel ini ditulis diikut sertakan dalam Lomba Resensi Buku “7 Keajaiban Rizki” yang diselengarakan oleh Rich Training dan TK Khalifah bekerjasama dengan Dompet Dhuafa dalam rangka menggalakkan budaya menulis nasional.
Diposting oleh
Cakrawala Hati
di
10:54 PM
0
komentar
7.8.11
Menikmati Kesederhanaan
Sejak awal awal Ramadhan aku selalu melaluinya dengan sederhana. Sendiri, sepi dan berteman komputer dan buku. Sengaja itu aku lakukan sebab itu pilihanku. Tapi kesederhaan itu hanyalah kesederhanan yang tampak. Kegiatan yang sederhana, menu buku yang sederhana, menikmati buka juga dengan tanpa teman, sangat sederhana. Begitupun saat santap sahur, bahkan tak jarang aku hanya menikmati menu sahur dengan para penjual makanan di warung langgananku.
Dengan sederhana aku menerobos malam menykusk Kota Bojonegoro menuju warung-warung yang sudah buka sebelum waktu sahur tiba . Warung-warung sederhana yang ada di beberapa trotoar jalan utama. Dingin yang tak diharaukan. Pernah suatu kali aku keluar hanya membeli 3 potong tempe dan sebotel air minreal. Yaa.. sebab aku ingin melalui kesederhanaan ini. Aku juga pernah hanya makan sebungkus krupuk dan sepotong tempe sisa camilan sebelum tidur yang aku pakai untuk menjamu teman yang bermain.
Kondisi ini mungkin sangat berbeda untuk orang lain. Mereka menikmati gemerlap ramadhan dengan menu buka yang super special. Menikmati suasana kebersamaan ditengah keluarga dan teman-teman. Tentu dengan menu dan cara penghidangan yang khas ramadahan. Menikmati ngabuburit dengan orang-yang disayang juga menjadi agenda yang tak jarang di tinggalkan. Dan masih banyak hal lain yang dinikmati dengan tidak sederhana.
Tapi aku, yang tinggal di sudut kota bojonegoro ini sangat senang dan bangga dengan kesederhaan yang aku jalani. Semua sangat beralasan. Sebab dengan cara ini aku bisa menjalankan ibadah ini dengan tidak sederhana. Ya minimal itulah yang sangat ingin aku lakukan dan sekarang sedang saya upayakan untuk melaksanakan. Menjalankan hal-hal dunia dengan cara sederhana, dan menjalankan hal-hal spiritual dengan tidak sederhana.
Menurutku, kesederhanan itu akan sangat berefek pada ketidak sederhanaan. Kesederhanaan jasmani akan berbanding terbalik dengan rohani. Kesederhanan hodonis, materi, kesederhanaan yang namapak akan sangat berpengaruh pada ketidak sederhanaan yang yang tak namapak.
Aku percaya itu sebab menurutku, hakekat puasa adalah menyederhanakan, mengurangi, menjaga, menahan diri dari hal yang belebih yang berbau hedonis (baca: dunia) sehingga yang bersifat rohani, batiniyah bisa dikerjakan dengan tidak sederhana (berlebihan/glamor).
Apa yang gelamor, pasti ada pertanyaan seperti itu. Yang gelamor "ingin" aku lakukan adalah membaca buku, gelamor dalam bersyukur atas nikmat yang selama ini aku terima, gelamor dalam bermesraan dengan Allah dengan waktu yang panjang khususnya malam hari. Pun hal-hal lain yang tak perlu aku caritakan secara detaial yang sifatnya rohniah.
Itulah sederhana yang tak sesederhana untuk bisa dijalani. Aku berharap bisa menjalaninya.
Diposting oleh
Cakrawala Hati
di
3:38 PM
0
komentar

