Berita Terpopuler

Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Membaut Rekam Jejak Keluarga

3.9.11 0 komentar
Lebaran ini, aku banyak menggunakannya untuk bercerita dan menggali kisah-kisah kearifan lokal yang dilakukana oleh leluhurku. Pak Wek, begitulah aku memanggilnya, beliau adalah kakek dari ibuku, dan juga ayah dari ayah angkatku. Namanya adalah Kasbani.

Aku sangat ingin menuliskan kisah hidupnya dalam rekam jejak kehidupannya selama beliau masih hidup. Ide itu muncul ketika reuni keluarga yang aku disain sejak 3 tahun silam sudah berjalan samapai tahun ke-4. Aku berfikir harus ada yang esensial dari sebuah reuni keluarga. Tentang pemaknaan hidup dan ajaran hidup leluhur yang pernah digagas dan mungkin belum sempat terwujudkan dalam kehidupan Beliau.

Rekam jajak leluhur ini juga bisa menjadi ilmu yang bisa menguatkan para anak turunnya untuk bisa menjalani kehidupan ini. belajar dari keberhasilan dan kegagalan. Sunnguh inilaha ilmu hidup yang leluhurku ajarkan. "Supaya todak hilang, maka menulis adalah pilihannya" begitu kira-kira nasehat Pramudya Ananta Toer dalam karyanya tetralogi Buru.

Selain Pram, Umar Khayam jug amengajarkan itu lewat novel Para Priyayi dan Jalan menikung. Pemikiran ide serta ajaran keluarga supaya tak hilang dan anak turunnya suatu saat supaya masih bisa mengenal leluhur, adalah dengan membuat tulisan tenatang leluhur. Itulah yang dilakukan aoleh oarang-orang besar, para pahlawan.

Tapi aku, adalah anak desa yang mungkin leluhurku tak akan banyak di kenal orang. Ya.. hanya orang kampung saja yang pernah hidup di masa itu, serta keluarga saja. Itu sudah cukup asal nanti samapai turunan yang keberapapun Pak Wek akan tetap di kenang, dikenal dan di warisi pemikirannya dan dedikasinya.

Makanya lebaran ini aku banyak bertanya pada Ayahku. Pak Dhe Koesni aku juga menanykan banyak hal tentang Pak Wek. Pak Dhe Lastus juga memberikan sekilas tentang Pak Wek. Walupun aku belm menulinya tapi aku sudah mendapatkan cerita tentang kehudpan lalu.

Aku tinggal menyiapakan alat dan mewancarai mereka, anak-anak dan cucu dari pak wek tentang pak wek semasa hidupnya dan bagaiaman sikapnya serta apa saja yang pernah diwarikan kepada keluarga. bagaiman pak wek bersikap pada kelurag dan lingkunga. Perjuangan beliau selama menjabat sebagai kamituo (Kapala Dusun).

Pak, Wek. Aku bangga menjadi cucumu. Sebab, banyak poemikiran yang sangat cerdas pada masa itu dan sekarang menjadi penyemangat kami dalam menjalani kehipdupan ini. Aku rindu Padamu Pak Wek.




Rasa

3.12.10 0 komentar
Entah...bahagia atau duka. Tapi semua telah menyayat rasaku. Nomun toh demikian, sayatan yang menggores-gores itu blm bisa teranlogikan menjadi duka atau bahagia. Tapi alunan lagumu telah menyayat rasaku. Untung setengah sadarku. Masih dalam genggaman tangan, walaupun tertatih tatih. Perasaan... Ya Perasaan untuk rasa yg tak akan pernah salah.

Bukankah demikian katamu saat meyakinkanku, bahwa perasaan tak akan pernah salah. biarpun terkadang ia dalam keadaan sakit. ku pikir sekarang bukan waktunya untuk memilih, bahagia atau duka. bukankah keduanya telah singgah dihatiku.

kembali ku pekuri kata-kataku yang pernah kuungkapkan padamu. Aku tahu, aku sendiri yang telah menanam cinta ini terlalu dalam padamu tapi kenapa kali ini aku harus kembali masuk kedalam kesalahan yang sama yang telah berulang kali aku lakukan. Cukup. Aku tak mau lagi.
Aku tahu, cintaku telah terlampau jauh tertanam dalam kalbuku. Namun, cintaku penuh kesalahan. Cintaku menyayat rasa. Rasaku, rasamu juga. Setiap hela nafasku kurasakan hadirmu. Kudengar alunan lagumu. Lagu indah,yang menambah sayatan dalam hati, hingga luka itu pun kini kian menganga.

Entah... dengan apa dapat kututup sayatan itu.senyummu. hadirmu. dirimu. cintamu. atau apa. bagaimana jika aku meminta semua itu. aku tak begitu yakin kau mau. aku masih dengan sayatan-sayatan ini. menganggapmu tak akan melupakanku. akan kunikmati goresan-goresan itu, karena tak akan trasa pedih. tetapi justru nikmat yang menggebu.

Karena aku memang bodoh. Tak pernah sekalipun aku merasa luka dengan semua yang telah kau lakukan padaku. Bagiku semuanya akan selalu menjadi sajak-sajak indah yang kan terekam dalam memoriku. Semua tentangmu yang entah kau selalu mengatakan cinta butuh pengorbanan.

Karena aku memang bodoh. Tak pernah sekalipun aku merasa luka dengan semua yang telah kau lakukan padaku. Bagiku semuanya akan selalu menjadi sajak-sajak indah yang kan terekam dalam memoriku. Semua tentangmu yang entah kau selalu mengatakan cinta butuh pengorbanan.

Tapi, jika cinta mendukungku menjadi lebih bodoh, bagaimana dengan kau? kau begitu tenang menanggapi muram dan ceriaku. seakan kau anggap semuanya akan baik-baik saja. betulkah begitu? apa dasarmu? bagaimana dengan jejak-jejak kharisma yang kau tinggalkan dalam pikiranku. sampai kapan kau membiarkannya membeku. sedangkan es saja ada kalanya mencair.

Kau memang tak berperasaan. Itulah kau yang kini semakin merong-rongku untuk menumpahkan segala rasa padamu. Kau harus tahu! Hatiku meski selalu ada namamu tapi aku merasa muak dengan segala laku yang kau perbuat entah dalam sadar atau tidakmu. aku bosan dengan semua ini. Aku ingin hambur seperti debur. Aku ingin melesat pergi menembus rasamu dan membawanya kembali pada secercah harapan. Aku harap kau mengerti.

Sekali lagi, rasa ini tak mampu kuartikan, entah ini penyesalan atau tidak. Entah ini kemarahan atau bukan. Ya, cinta memang penuh misteri. Dan biarlah ia selalu menjadi rahasia. Bukankah itu akan menjadi lebih baik?

23 Nopember 2010, Lab Komputer Atas, pelajaran menulis cerpen

Mengapa

1 komentar
Kerinduanku akhirnya terobati dan berakhir sesaat kaca penutup helmnya ditutup. Walau tak menyaksikan senyumnya, tp saya yakin senyum simpul itu mengembang di balik kaca helm. Lalu sepeda motor hitam bercorak merah menderu melaju meninggalkanku.

Setiap kali ia pergi melaju seiring menghilangnya deru mesin motornya, setiap itu pula aku selalu berharap ia akan berbalik untuk sekedar melepas helmnya dan memperlihatkan senyum utuhnya kepadaku. Namun harapan tinggallah harapan. Tak ada yang lebih dapat kulakukan selain berangan andaikan semua kehidupanku berjalan sesuai dengan apa yang kufikirkan sesaat itu juga.

Tak bisa kukendalikan hasratku untuk terus menatapnya. Walau kutahu dia tidak mungkin kembali. Walau hanya kulihat punggungnya. Dengan kerinduan ini, harapan ini aku merasa benar-benar membutuhkannya, ada disampingku dan selalu tersenyum padaku.
Hingga aku tak menyadari seseorang telah berdiri didekatku.
" Kamu sedang apa disini?",tanya Edo seseorang itu.
"Ah.....tidak apa-apa," jawabku singkat seraya berlari meninggalkan Edo.
"Aneh..,itulah komentar terakhir Edo kepadaku.

Sedangkan a...ku hanya bisa menahan kesedihanku di dalam dada. Berharap sesampai di rumah aku bisa menuangkan semua kesedihanku. Aku sebenarnya mengerti bahwa seorang yang kudambaselama ini tak akan pernah mengenalku.Tak akan pernah pula menyapaku. Segera kutepis rasa kecewa itu dan kuambil sepeda pancal di parkiran dan aku mulai mengayuhnya untuk pulang.

Di pertengahan jalan, fikiranku mulai melayang membayangkan, betapa bahagianya jika aku dapat melwati jalan ini berdua bersamanya menggunakan sepeda butut ini.
namun angan tinggallah anagan yang tak mungkin dapat kuwujudkan. aku sadar, dunia...ku terlalu jauh berbeda dengan dunianya yang dibatasi oleh sebuh garis keturunan.
garis di mana aku tidak diperbolehkan untuk melewatinya. karena jika sedikit saja aku berani mendekatinya, berarti aku telah melanggar aturan.
"Dia adalah wanita keturunan nabi. Seorang akhwat sepertimu dilarang keras menikahinya."
setetes air mata mulai membasahi hidungku.

Anganku bertingkah lagi, andaikan dia sama denganku, berlatar belakang sama denganku, pasti aku tidak akan menangis saat ini, pasti aku bisa bersama dengan wanita yang benar-benar aku sayang saat ini.
Ahhh, aku bosan berkhayal. Aku bosan bertanya mengapa tidak seperti ini dan seperti ini, mengapa begini jadinya. Semua kalimat setelah kata "mengapa" semakin membuatku menangis, semakin membuatku terpuruk. Ku hapus air mataku dan kukayuh sepedah bututku lagi dengan tenaga yang lebih kuat lagi.


23 Nopember 2010, Lab Komputer Atas, pada pelajaran menulis cerpen

Cerita Amy, di Awal Masuk Kuliah

4.11.10 0 komentar
Beberapa bulan yang lalu, masih tersemat dalm pikiranku saat jemari ini menuliskan baris - baris kata perpisahan bagi adik - adik kelasku di SMA. namun kini jari - jari ini mulai tergugah untuk menari kembali. menceritakan pada kalian, adik - adikku, bagaimana kehidupan pertamaku di universitas.

berbeda. sangat berbeda. pikiran ini rasanya tersengat dengan segala perbedaan antara kehidupan kampus dan sekolah. Mulai cara pikir, berbicara, berpakaian, semua terangkum dalam attitude. Dengan tertatih semua yang merasakan apa yang kurasa mencoba mengimbangi senior-senior kami. Perlahan aku mulai meninggalkan ciri khas anak SMA yang masih haus akan petualangan.

Disini kami dituntut untuk sebuah pengabdian. sebuah proses pembentukan yang tidak bisa dianggap remeh. Aneh memang, tapi mau bagaimana lagi? Kita tidak mungkin terus-terusan menjadi ABG, remaja yang selalu cekikikan tanpa memikirkan masa depan. Di ambang perjalanan perkuliahan ini, semua hal dipertaruhkan, orang tua, kehidupan di masa depan, materi dan waktu. Semakin tidak menghargai waktu, ia pun akan semakin tidak akrab dengan kita. semuanya butuh sistematika, management, semua orang bertindak sesuai aturan yang ditentukan. Tak ada lagi perilaku yang slengek'an dan semaunya sulit memang.

Proses adaptasi ini membutuhkan kerja keras. Persiapkan mental dan fisik yang kuat. Kehidupan kampus, tak bisa diremehkan seperti kehidupan sekolah. Semua berlomba untuk menjadi yang nomor satu, dan tak akan memperdulikan yang kedua. Ada banyak hal yang hati ini ingin membaginya, Tapi semakin banyak aku mengeluh, semakin terlihat betapa lemahnya aku. Keluhan-keluhanku ini tak ingin membuat kalian surut nyali dan langkah untuk masuk ke jenjang perguruan tinggi.

Proses ini akan mengubah kalian, menjadi pribadi yang berbeda. Aku akan mendengarkan cerita kalian, suatu saat, ketika kalian seperti diposisiku saat ini.

Ammyzatu Rosalia Indah
Mantan Redaktur Pelaksana Majalah "ZIG-ZAG"

Cerita Ayuk, Saat OMB ITS

30.9.08 0 komentar
Setelah masa kuliah di mulai, aku coba kirim email ke beberapa alumni SMAdaBo yang diterima di PTN/PTS. Saya pengen dengar kesan mereka selama mengikuti OSPEK di kampus mereka masing-masing. Berikut adalah Cerita Ayu Fatima Alumni SMAdaBO Kelas XII IA 2 (Class ID).

ITS-Aku mau crita soal pengkaderan,,populernya OSPEK. Tapi kalau di ITS ga'ada istilah ospek, adanya OMB (Orientasi Mahasiswa BAru). Pengkaderannya mulai tanggal 21-24 Agustus. Empat hari rasanya seperti empat tahun.......hehe,terlalu hiperbola ya?

Hari pertama masih perkkenalan sama kakak - kakak seniornya,,setelah perkenalan barulah beraneka macam tugas. Tugasnya harus buat keplek (ID), kepleknya harus berwarna sama se'angkatan, g' boleh sedikitpun warna yang beda. dengan model gambar keplek yang rumit, sampai tengah malam baru selesai.

Hari kedua, setengah 6 harus sudah sampai kampus, keplek yang ditugaskan sudah jadi, tapi tetep aja dapat bentakan keras dari para senior, karena warna keplek yang tidak sama,,bentakan terus dan bentakan terus pokoknya,,alasanya sih, karena kita satu angkatan,harus kompak, harus sama, gak bolaeh egois, yang akhirnya satu angkatan disuruh membuat lagi sampai semua sama persis.
Lalu waktu sore mau pulang dapat tugas Lagi, ini malah lebih banyak, harus pakai kaos sama satu angkatan, sama warna( biru dongker) sama pola,sama model, dan harus ada logo jurusan (statistika '08),selain itu disuruh pakai celana jeans biru dongker, bawa tas kresek biru, buku sampul biru, pulpen biru, gelas biru,(wah....semua serba biru, tepat sekali sama warna kesukaanQ, tp??) dan juga disuruh bawa air 1,5 L, trus memakai sepatu cets hitam.
Hari itu pulang jam 5 sore, kami seangkatan berniat mengkoordinir tugas jadi satu supaya sama,tapi waktu mau mengkoordidir itu, kita dah disuruh pulang sama seniornya, alasannya kalau mau membahas penugasan jangan di kampus, harus di luar kampus. Akhirnya, kita seangkatan pergi ke salah satu temen yang rumahnya gak jauh sama ITS,,wduh...pokoknya ribet 176 manusia berkumpul jadi satu, untung aja di deket sana ada semacam balai RW, jadi ya cukup lah untuk menampung. Akhirnya jam 12 malam baru pulang,bener - bener cuapek dech........

---------
Huuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..........rasane pengen cepet - cepet mudik pak...!! pengen pulang, tidur di kasur, nonton TV,ngotak ngatik komputer,,,tidurrrrrrrrrrr........


Y' ALLAh pak, disini kan aQ di jurusan statistik,,yang intinya kuliah itu mata kuliahnya mengenai peluang,,tapi pak, masalah peluang koq rodo' dong rodo' gak, dosenQ terlalu up to date,,g' boleh nyatat, Pokoknya memperhatikan pada saat kuliah, apalagi kul'nya pake LCD, dengan ditampilkan berbagai macam indahnya slide…. Jadi ngantuk pak kalau kuliah… Akhirnya ketinggalan jauh ma kelas satunya. Yang kelas satunya dosennya itu kaya' bu erni… Tiap hari kuis, tiap hari dapat telur :) tapi kelasQ tidaaaaaaaaaaakkkkkkkk.

Ta'kirain LHo pak, kuliah itu nyantai,,tapi mualah kok gini yow…???????

Q Lho pak, dah 2 kali g'sahur, paz bangun tiba- tiba berkumandanglah suara adzan.......hehe Puasa di sini rasanya kurang dapet pak, beda lah kayak SMA dulu…Meskipun di sini ada pondok Romadhon sih, tapi cuma 3 hari, biz itu besoknya tugas numpuk lagie.

wduh wduh..........

Oh iya pak,salam ya buat Bu NINIK, Bu ENDANG, Bu HAJI, Bu ANIS, Pak Margo, Pak Muchsin, Pak Malik, Pak YUli, Pak Sakur,.........(n_n)


 
CAKRAWALA KEHIDUPAN © 2012 Development Fauns