Belajar Dari Yang Dilihat, Di Dengar Dan Dirasakan
-
YOUR POST TITLE HERE
SOME DESCRIPTION OF YOUR POST HERE -
YOUR POST TITLE HERE
SOME DESCRIPTION OF YOUR POST HERE -
YOUR POST TITLE HERE
SOME DESCRIPTION OF YOUR POST HERE -
YOUR POST TITLE HERE
SOME DESCRIPTION OF YOUR POST HERE -
YOUR POST TITLE HERE
SOME DESCRIPTION OF YOUR POST HERE
Berita Terpopuler
-
Suatu pagi di Bandar Lampung , menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak. Si bapak adalah p...
-
Buat seluruh PTK yang membutuhkan tutorial untuk mengaktifkan NUPTK pada sistem PADAMU NEGERI silahkan klik disini . Saya membuat tutorial i...
-
Burung yang ditembak mati oleh pemburu di Hutan Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jatim, tepatnya di tepian Waduk Pacal. Sungguh tragis, Baru...
-
Bagi siswa kelas XII (kelas 3) tingkat menengah (SMA/SMK/MA) saat ini menjadi minggu-minggu awal bebas dari pelajaran dan UAN. Tentu perasaa...
-
Oleh: Prawoto (dimabil dari Majalah ZZ SMAN 2 Bojonegoro) Siapa sich di dunia ini yang tidak pernah merasakan jatuh cinta, kalaupun ada past...
-
Judul Buku: 7 Keajaiban Rizki Penulis: Ippho “Right” Santosa Penerbit: PT. Elekmedia Komputindo - Cetakan: ke-17, Mei 2011 Tebal: ...
-
Portofolian Desain Grafis: 1. Kalender SMAN 2 Bojonegoro 2004 2. Kalender SMAN 2 Bojonegoro 2005 3. Kalender SMAN 2 Bojonegoro 2006 4. K...
-
Lebaran ini, aku banyak menggunakannya untuk bercerita dan menggali kisah-kisah kearifan lokal yang dilakukana oleh leluhurku. Pak Wek, begi...
-
Aku hanya ingin mencatat semua kejadian hari ini, kejadian yang mungkin bukan apa-apa bagi orang lain, tapi sangat apa-apa bagiku. Mengabadi...
-
MANTRA CINTA PAWANG RINDU Resensi Buku Kumpulan Puisi Margendut Sayan g Oleh: Yonathan Rahardjo … //di lubang telinga/ mesra te...
Membaut Rekam Jejak Keluarga
Rasa
Bukankah demikian katamu saat meyakinkanku, bahwa perasaan tak akan pernah salah. biarpun terkadang ia dalam keadaan sakit. ku pikir sekarang bukan waktunya untuk memilih, bahagia atau duka. bukankah keduanya telah singgah dihatiku.
kembali ku pekuri kata-kataku yang pernah kuungkapkan padamu. Aku tahu, aku sendiri yang telah menanam cinta ini terlalu dalam padamu tapi kenapa kali ini aku harus kembali masuk kedalam kesalahan yang sama yang telah berulang kali aku lakukan. Cukup. Aku tak mau lagi.
Aku tahu, cintaku telah terlampau jauh tertanam dalam kalbuku. Namun, cintaku penuh kesalahan. Cintaku menyayat rasa. Rasaku, rasamu juga. Setiap hela nafasku kurasakan hadirmu. Kudengar alunan lagumu. Lagu indah,yang menambah sayatan dalam hati, hingga luka itu pun kini kian menganga.
Entah... dengan apa dapat kututup sayatan itu.senyummu. hadirmu. dirimu. cintamu. atau apa. bagaimana jika aku meminta semua itu. aku tak begitu yakin kau mau. aku masih dengan sayatan-sayatan ini. menganggapmu tak akan melupakanku. akan kunikmati goresan-goresan itu, karena tak akan trasa pedih. tetapi justru nikmat yang menggebu.
Karena aku memang bodoh. Tak pernah sekalipun aku merasa luka dengan semua yang telah kau lakukan padaku. Bagiku semuanya akan selalu menjadi sajak-sajak indah yang kan terekam dalam memoriku. Semua tentangmu yang entah kau selalu mengatakan cinta butuh pengorbanan.
Karena aku memang bodoh. Tak pernah sekalipun aku merasa luka dengan semua yang telah kau lakukan padaku. Bagiku semuanya akan selalu menjadi sajak-sajak indah yang kan terekam dalam memoriku. Semua tentangmu yang entah kau selalu mengatakan cinta butuh pengorbanan.
Tapi, jika cinta mendukungku menjadi lebih bodoh, bagaimana dengan kau? kau begitu tenang menanggapi muram dan ceriaku. seakan kau anggap semuanya akan baik-baik saja. betulkah begitu? apa dasarmu? bagaimana dengan jejak-jejak kharisma yang kau tinggalkan dalam pikiranku. sampai kapan kau membiarkannya membeku. sedangkan es saja ada kalanya mencair.
Kau memang tak berperasaan. Itulah kau yang kini semakin merong-rongku untuk menumpahkan segala rasa padamu. Kau harus tahu! Hatiku meski selalu ada namamu tapi aku merasa muak dengan segala laku yang kau perbuat entah dalam sadar atau tidakmu. aku bosan dengan semua ini. Aku ingin hambur seperti debur. Aku ingin melesat pergi menembus rasamu dan membawanya kembali pada secercah harapan. Aku harap kau mengerti.
Sekali lagi, rasa ini tak mampu kuartikan, entah ini penyesalan atau tidak. Entah ini kemarahan atau bukan. Ya, cinta memang penuh misteri. Dan biarlah ia selalu menjadi rahasia. Bukankah itu akan menjadi lebih baik?
23 Nopember 2010, Lab Komputer Atas, pelajaran menulis cerpen
Mengapa
Setiap kali ia pergi melaju seiring menghilangnya deru mesin motornya, setiap itu pula aku selalu berharap ia akan berbalik untuk sekedar melepas helmnya dan memperlihatkan senyum utuhnya kepadaku. Namun harapan tinggallah harapan. Tak ada yang lebih dapat kulakukan selain berangan andaikan semua kehidupanku berjalan sesuai dengan apa yang kufikirkan sesaat itu juga.
Tak bisa kukendalikan hasratku untuk terus menatapnya. Walau kutahu dia tidak mungkin kembali. Walau hanya kulihat punggungnya. Dengan kerinduan ini, harapan ini aku merasa benar-benar membutuhkannya, ada disampingku dan selalu tersenyum padaku.
Hingga aku tak menyadari seseorang telah berdiri didekatku.
" Kamu sedang apa disini?",tanya Edo seseorang itu.
"Ah.....tidak apa-apa," jawabku singkat seraya berlari meninggalkan Edo.
"Aneh..,itulah komentar terakhir Edo kepadaku.
Sedangkan a...ku hanya bisa menahan kesedihanku di dalam dada. Berharap sesampai di rumah aku bisa menuangkan semua kesedihanku. Aku sebenarnya mengerti bahwa seorang yang kudambaselama ini tak akan pernah mengenalku.Tak akan pernah pula menyapaku. Segera kutepis rasa kecewa itu dan kuambil sepeda pancal di parkiran dan aku mulai mengayuhnya untuk pulang.
Di pertengahan jalan, fikiranku mulai melayang membayangkan, betapa bahagianya jika aku dapat melwati jalan ini berdua bersamanya menggunakan sepeda butut ini.
namun angan tinggallah anagan yang tak mungkin dapat kuwujudkan. aku sadar, dunia...ku terlalu jauh berbeda dengan dunianya yang dibatasi oleh sebuh garis keturunan.
garis di mana aku tidak diperbolehkan untuk melewatinya. karena jika sedikit saja aku berani mendekatinya, berarti aku telah melanggar aturan.
"Dia adalah wanita keturunan nabi. Seorang akhwat sepertimu dilarang keras menikahinya."
setetes air mata mulai membasahi hidungku.
Anganku bertingkah lagi, andaikan dia sama denganku, berlatar belakang sama denganku, pasti aku tidak akan menangis saat ini, pasti aku bisa bersama dengan wanita yang benar-benar aku sayang saat ini.
Ahhh, aku bosan berkhayal. Aku bosan bertanya mengapa tidak seperti ini dan seperti ini, mengapa begini jadinya. Semua kalimat setelah kata "mengapa" semakin membuatku menangis, semakin membuatku terpuruk. Ku hapus air mataku dan kukayuh sepedah bututku lagi dengan tenaga yang lebih kuat lagi.
23 Nopember 2010, Lab Komputer Atas, pada pelajaran menulis cerpen
Cerita Amy, di Awal Masuk Kuliah
berbeda. sangat berbeda. pikiran ini rasanya tersengat dengan segala perbedaan antara kehidupan kampus dan sekolah. Mulai cara pikir, berbicara, berpakaian, semua terangkum dalam attitude. Dengan tertatih semua yang merasakan apa yang kurasa mencoba mengimbangi senior-senior kami. Perlahan aku mulai meninggalkan ciri khas anak SMA yang masih haus akan petualangan.
Disini kami dituntut untuk sebuah pengabdian. sebuah proses pembentukan yang tidak bisa dianggap remeh. Aneh memang, tapi mau bagaimana lagi? Kita tidak mungkin terus-terusan menjadi ABG, remaja yang selalu cekikikan tanpa memikirkan masa depan. Di ambang perjalanan perkuliahan ini, semua hal dipertaruhkan, orang tua, kehidupan di masa depan, materi dan waktu. Semakin tidak menghargai waktu, ia pun akan semakin tidak akrab dengan kita. semuanya butuh sistematika, management, semua orang bertindak sesuai aturan yang ditentukan. Tak ada lagi perilaku yang slengek'an dan semaunya sulit memang.
Proses adaptasi ini membutuhkan kerja keras. Persiapkan mental dan fisik yang kuat. Kehidupan kampus, tak bisa diremehkan seperti kehidupan sekolah. Semua berlomba untuk menjadi yang nomor satu, dan tak akan memperdulikan yang kedua. Ada banyak hal yang hati ini ingin membaginya, Tapi semakin banyak aku mengeluh, semakin terlihat betapa lemahnya aku. Keluhan-keluhanku ini tak ingin membuat kalian surut nyali dan langkah untuk masuk ke jenjang perguruan tinggi.
Proses ini akan mengubah kalian, menjadi pribadi yang berbeda. Aku akan mendengarkan cerita kalian, suatu saat, ketika kalian seperti diposisiku saat ini.
Ammyzatu Rosalia Indah
Mantan Redaktur Pelaksana Majalah "ZIG-ZAG"
Cerita Ayuk, Saat OMB ITS
ITS-Aku mau crita soal pengkaderan,,populernya OSPEK. Tapi kalau di ITS ga'ada istilah ospek, adanya OMB (Orientasi Mahasiswa BAru). Pengkaderannya mulai tanggal 21-24 Agustus. Empat hari rasanya seperti empat tahun.......hehe,terlalu hiperbola ya?
Hari pertama masih perkkenalan sama kakak - kakak seniornya,,setelah perkenalan barulah beraneka macam tugas. Tugasnya harus buat keplek (ID), kepleknya harus berwarna sama se'angkatan, g' boleh sedikitpun warna yang beda. dengan model gambar keplek yang rumit, sampai tengah malam baru selesai.
Hari kedua, setengah 6 harus sudah sampai kampus, keplek yang ditugaskan sudah jadi, tapi tetep aja dapat bentakan keras dari para senior, karena warna keplek yang tidak sama,,bentakan terus dan bentakan terus pokoknya,,alasanya sih, karena kita satu angkatan,harus kompak, harus sama, gak bolaeh egois, yang akhirnya satu angkatan disuruh membuat lagi sampai semua sama persis.
Lalu waktu sore mau pulang dapat tugas Lagi, ini malah lebih banyak, harus pakai kaos sama satu angkatan, sama warna( biru dongker) sama pola,sama model, dan harus ada logo jurusan (statistika '08),selain itu disuruh pakai celana jeans biru dongker, bawa tas kresek biru, buku sampul biru, pulpen biru, gelas biru,(wah....semua serba biru, tepat sekali sama warna kesukaanQ, tp??) dan juga disuruh bawa air 1,5 L, trus memakai sepatu cets hitam.
Hari itu pulang jam 5 sore, kami seangkatan berniat mengkoordinir tugas jadi satu supaya sama,tapi waktu mau mengkoordidir itu, kita dah disuruh pulang sama seniornya, alasannya kalau mau membahas penugasan jangan di kampus, harus di luar kampus. Akhirnya, kita seangkatan pergi ke salah satu temen yang rumahnya gak jauh sama ITS,,wduh...pokoknya ribet 176 manusia berkumpul jadi satu, untung aja di deket sana ada semacam balai RW, jadi ya cukup lah untuk menampung. Akhirnya jam 12 malam baru pulang,bener - bener cuapek dech........
---------
Huuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..........rasane pengen cepet - cepet mudik pak...!! pengen pulang, tidur di kasur, nonton TV,ngotak ngatik komputer,,,tidurrrrrrrrrrr........
Y' ALLAh pak, disini kan aQ di jurusan statistik,,yang intinya kuliah itu mata kuliahnya mengenai peluang,,tapi pak, masalah peluang koq rodo' dong rodo' gak, dosenQ terlalu up to date,,g' boleh nyatat, Pokoknya memperhatikan pada saat kuliah, apalagi kul'nya pake LCD, dengan ditampilkan berbagai macam indahnya slide…. Jadi ngantuk pak kalau kuliah… Akhirnya ketinggalan jauh ma kelas satunya. Yang kelas satunya dosennya itu kaya' bu erni… Tiap hari kuis, tiap hari dapat telur :) tapi kelasQ tidaaaaaaaaaaakkkkkkkk.
Ta'kirain LHo pak, kuliah itu nyantai,,tapi mualah kok gini yow…???????
Q Lho pak, dah 2 kali g'sahur, paz bangun tiba- tiba berkumandanglah suara adzan.......hehe Puasa di sini rasanya kurang dapet pak, beda lah kayak SMA dulu…Meskipun di sini ada pondok Romadhon sih, tapi cuma 3 hari, biz itu besoknya tugas numpuk lagie.
wduh wduh..........
Oh iya pak,salam ya buat Bu NINIK, Bu ENDANG, Bu HAJI, Bu ANIS, Pak Margo, Pak Muchsin, Pak Malik, Pak YUli, Pak Sakur,.........(n_n)
Berita Terpopuler
-
Suatu pagi di Bandar Lampung , menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak. Si bapak adalah p...
-
Buat seluruh PTK yang membutuhkan tutorial untuk mengaktifkan NUPTK pada sistem PADAMU NEGERI silahkan klik disini . Saya membuat tutorial i...
-
Burung yang ditembak mati oleh pemburu di Hutan Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jatim, tepatnya di tepian Waduk Pacal. Sungguh tragis, Baru...
-
Bagi siswa kelas XII (kelas 3) tingkat menengah (SMA/SMK/MA) saat ini menjadi minggu-minggu awal bebas dari pelajaran dan UAN. Tentu perasaa...
-
Oleh: Prawoto (dimabil dari Majalah ZZ SMAN 2 Bojonegoro) Siapa sich di dunia ini yang tidak pernah merasakan jatuh cinta, kalaupun ada past...
-
Judul Buku: 7 Keajaiban Rizki Penulis: Ippho “Right” Santosa Penerbit: PT. Elekmedia Komputindo - Cetakan: ke-17, Mei 2011 Tebal: ...
-
Portofolian Desain Grafis: 1. Kalender SMAN 2 Bojonegoro 2004 2. Kalender SMAN 2 Bojonegoro 2005 3. Kalender SMAN 2 Bojonegoro 2006 4. K...
-
Lebaran ini, aku banyak menggunakannya untuk bercerita dan menggali kisah-kisah kearifan lokal yang dilakukana oleh leluhurku. Pak Wek, begi...
-
Aku hanya ingin mencatat semua kejadian hari ini, kejadian yang mungkin bukan apa-apa bagi orang lain, tapi sangat apa-apa bagiku. Mengabadi...
-
MANTRA CINTA PAWANG RINDU Resensi Buku Kumpulan Puisi Margendut Sayan g Oleh: Yonathan Rahardjo … //di lubang telinga/ mesra te...
