Berita Terpopuler

Bagaimana Kalau Lomba Menulis Cepen Hari Ibu

3.12.10
Dalam diamku hari ini, muncul banyak hal yang membuncahkan pikiran. Berkecamuk, meraba-raba, merayap, memaksa mencari jalan, mencari celah untuk keluar dari ubun-ubun untuk di wujudkan.

Inialah salah satu caraku untuk memberikan ruang, untuk pikiranku sendiri menjelma dalam sebuah kata. Ya, menulisnya. Menulis segalanya dalam kata dan kalimat menjadi sebuah catatan, dan mungkin bisa menjadi informasi dan menginpirasi orang lain.

Pukulan-pukulan pikiran itu semakin menjadi-jadi ketika aku sedang membaca "Anak Semua Bangsa" karya Pram di pertengan buku. Sebenarnya tidak ada hubungan antara isi cerita dengan yang ingin aku kerjakan -supaya tidak lupa nantinya kutilaskan pada paragraf-paragraf selanjuta. Untuki melakukan orang mebututuhkan stumulan dan rangsangan. Bisa dari apappu. Setiap orang akan beda cara mendapatlannya.

Hidup memng tak boleh jauh dari membaca dan menulis. Jika kita ingin tau banyak hal. Membaca untuk mendaptkan sebanyak mungkin informasi, literatur, referensi. Bukankah membaca bisa dijadikan sarana untuk bisa menjalani berbagai kehidupan. Sedangkan menulis adalah sebuah cara untuk bisa mengikat sebuah pesan, kesan yang bisa di tangkap dari apa yang kita baca. Paling tidak itulah yang diajakarkan Hernowo dalam buku "Mengikat Makna" terbitan Mizana. Syaidina Ali juga pernah mengatakan bahwa, "Ikatlah ilmu dengan menulisnya". Jadi, mengapa kita tidak menulis atas apa yang berkecamauk dan menyandara pikiran kita. Tak perlu beralibi macam. Menulislah.

Aku akan menulis ide, pikiran, yang menyandera pikiranku. Yang selalu mencul dalm setiap apa yang aku lakukan hari ini. Ia telah mengambil porsi ruang berfikir yang sedikat agak besar di bandinfgkan hal lain. Inilah yang berkecamuk dalam pikiranku hari ini;

Hari ibu sebentar lagi. 22 Desember seudah dalam hitungan minggu. Munculah ide dan gagasan untuk membuat lomba menulis ceprn yang temanya Ibu, Cinta dan Bojonegoro. Cepern yang akan mengisahkan para ibu dengan cinta yang ada di wilayah Bojonegoro. Cerota-cerota lokal Bojonegoro tema utama sepuay kerifan lokal bisa di publikasi dengan gamblang. Caranya dengan di tuli menjadi cerpen. Cerpen akan bisa masuk ke berbagai dunia, mulai kcil sampai orang tua. Sehingga hasil dari tulisan ini kan bisa di baca setiap orang.

Kontent lokallah yang akan menjadi daya pikat dari dalam lomba menulis ini. Cerita-cerita yang masuk nanti diharapkan bercerita tantang kearifan lokal yang benyak menyebar dio seluruh wilayah kabu[aten Bojonegoro. Ini akan menunjukkan kekayaan kerifan lokal yang ada di kabupaten yang dulu bernama Rajekwesi.

Setalah cerita masuk, akan di nilai oleh juri di pilih dari kalangan akademisi, sastrawan dan teman sejawat.

Pada pengumuman lomba, akan diadakan sebuah acara penganugrahan piala pada peserta yang berhak dengan acara inti Pemberian piala untuk 5 penulis terbaik. Cerpen yang terpilih akan dibacakan. Mungkin, tokoh ibu yang di maksud dalam cerpen nanti bisa di hadirkan dalam acara tersebut. Atau Ibu dari penulis yang terpilih akan di undang untuk ikut menyaksikan acara. Dengan iringan musik, cerpen-cepen itu akan di bacakan dengan penuh makna.

5 Cerprn terbaik tersebut nantinya akan diikutkan dalam penerbitana buku Kumpulan Cerpen Sindiklat 13 (kelas menulis dari senidikat baca) yang pada Februari mendatang rencanya buku tersebut akan diterbitkan dan di launching.

Acara akan menjadi sangat bergairah ketika berbagi kegiatan lain di gelar di acara otu dna menguindang berbgai pihak yang berkompeten. Sungguh acara yang bisa meningkatkan minat baca dan menulis generasi muda. Yaa semoga ini bisamnejadi kenyaatan pada tahun ini, Minimal sudah menjadi ide, dan pada saatnya nanti bisa diwujudkan.

Bagaiman mana menurut kalian..?

0 komentar:

 
CAKRAWALA KEHIDUPAN © 2012 Development Fauns