Belajar Dari Yang Dilihat, Di Dengar Dan Dirasakan
-
YOUR POST TITLE HERE
SOME DESCRIPTION OF YOUR POST HERE -
YOUR POST TITLE HERE
SOME DESCRIPTION OF YOUR POST HERE -
YOUR POST TITLE HERE
SOME DESCRIPTION OF YOUR POST HERE -
YOUR POST TITLE HERE
SOME DESCRIPTION OF YOUR POST HERE -
YOUR POST TITLE HERE
SOME DESCRIPTION OF YOUR POST HERE
Berita Terpopuler
-
Suatu pagi di Bandar Lampung , menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak. Si bapak adalah p...
-
Buat seluruh PTK yang membutuhkan tutorial untuk mengaktifkan NUPTK pada sistem PADAMU NEGERI silahkan klik disini . Saya membuat tutorial i...
-
Burung yang ditembak mati oleh pemburu di Hutan Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jatim, tepatnya di tepian Waduk Pacal. Sungguh tragis, Baru...
-
Bagi siswa kelas XII (kelas 3) tingkat menengah (SMA/SMK/MA) saat ini menjadi minggu-minggu awal bebas dari pelajaran dan UAN. Tentu perasaa...
-
Oleh: Prawoto (dimabil dari Majalah ZZ SMAN 2 Bojonegoro) Siapa sich di dunia ini yang tidak pernah merasakan jatuh cinta, kalaupun ada past...
-
Judul Buku: 7 Keajaiban Rizki Penulis: Ippho “Right” Santosa Penerbit: PT. Elekmedia Komputindo - Cetakan: ke-17, Mei 2011 Tebal: ...
-
Portofolian Desain Grafis: 1. Kalender SMAN 2 Bojonegoro 2004 2. Kalender SMAN 2 Bojonegoro 2005 3. Kalender SMAN 2 Bojonegoro 2006 4. K...
-
Lebaran ini, aku banyak menggunakannya untuk bercerita dan menggali kisah-kisah kearifan lokal yang dilakukana oleh leluhurku. Pak Wek, begi...
-
Aku hanya ingin mencatat semua kejadian hari ini, kejadian yang mungkin bukan apa-apa bagi orang lain, tapi sangat apa-apa bagiku. Mengabadi...
-
MANTRA CINTA PAWANG RINDU Resensi Buku Kumpulan Puisi Margendut Sayan g Oleh: Yonathan Rahardjo … //di lubang telinga/ mesra te...
Showing posts with label Pertemanan. Show all posts
Showing posts with label Pertemanan. Show all posts
Kasihan Burung-burungku
Sudiro..!!! Kapan Makannya Nich...?
Saat resepsi pernikahan Sudiro, teman sekelas saya saat duduk di bangku kelas 3 IPA 3 SMAdaBO tahun 2000/2001. Acara cukup sederhana tapi tetap saja meriah, dan berjalan lancar. Ya maklumlah, rumahnya di wilayah Kecamatan Kalitidu pinggiran. Itu pun bagi tetangga sekitar sudah merupakan pesta yang menarik untuk seukuran Warga Desa Laran, desa dimana Sudiro berada.Sudiro, saat ini sudah dianggkat menjadi PNS. Menjadi Guru di sebuah desa yang jauh dari pusat kota. Tepatnya di desa Pelem Kecamatan Purwosari. Desa itu cukup aku kenal, sebab aku asli kelahiran Kuniran yang juga termasuk wilayah Purwosari.
Nasib memang mihak pada dia, usai kuliah di tidak sempat nganggur. Pada saat itu ada pendaftaran PNS. Dia masuk lewat jalur umum dan sekarang menjadi Guru Ekonomi sesuai dengan pendidikan yang dia tempuh di UNESA.
Diro, begitulah saya memanggilnya, memang teman yang cukup menarik dalam hal pertemanan. Loyalitas bisa di andalkan. Semasa duduk di bangku SMA, dia aktif pada jalur kstra PRAMUKA, sama dengan aku. Penampilannya yang agak "Nyantri" dengan jenggot yang di panjangkan dan kadang juga humoris menjadi ciri khas dia.
Lulus SMA kami berpisah, dia melanjutkan study di UNESA, sementara aku gagal dengan impianku masuk di PTN dan harus puas menjalani pendidikan D1 di Bojonegoro saja. Beberapa tahun kami putus kontak. Waktu lulus SMA, alat komunikasi (HP, red) belum se-familiar seperti saat ini. Kami bertemu pasca dia lulus UNESA, saat dia menunggu wisuda. Saya masih ingat betul, kami bertemu pada reuni kelas yang di hadiri sekitar 10 orang dirumahnya Dodon. Yang saya ingat saat itu yang datang adalah, Dodik (Lonthong) sang etua kelas, Aku, Sudiro, Ismail, Yulita, Yefirma, Thamos, A'an Johan, yang dua adalah cewek, atapi aku lupa. Pertemuan itu berbuntut dengan jalan ke tempat wisata di Parengan, Air Hangat Perataan. Momon itu adalah kali pertama bertemu dengan Sudiro setalah sekialn lama tidak berhubungan. Semenjak itu kita berhubungan. Dia banyak bercerita tentang kuliah dan kesibukannya di bangku kuliah.
Sekarang dia sudah menikah. Kebetulan Aku bisa menghadari acara pernikahannya. Saat itu aku datang dengan Ismail. Dan gambar diatas adalah tamu yang duduk di sampingku yang kebetulan aku ambil saat mengikuti acara prosesi pernikahannya. Dan waktu itu kami lagi antri nunggu giliran dapat makan. Sampai-samapai temenku Ismail berkelakar saat nunggu makan, "Sudiro Kapan makannya, jok suwi-suwi, wis lesu ki, durung sarapan."
Selamat ya sahabatku. semoga hidupmu makin bahagia, saat menjalani sunnah rosul bersama istri tercintamu. Semangat untuk mencerdaskan anak-anak negeri ini dengan ilmu yang engkau berikan di SMPN 2 Purwosari. (mp)
Catatan Untuk Wiboe Moekti, Soekarno dan Sumpah Pemuda

Oleh: Prawoto
Ini adalah puisi yang dikirim oleh teman saya yang ada di Belanda, Namanya Wibo Moekti (wmoekti@hotmail.com). Saya biasanya panggil beliau dengan Om... Aku kenal beliau melalui buku tamu miliknya www.sma2bojonegoro.com.
Om Moekti ini merupakan pria ASLI dari Indonesia, ia lahir di Tuban, tepatnya di kecamatan Montong. Beliau Lulusan SMAN Bojonegoro. (Dulu Belum ada SMA 1 or SMA 2, red). Lulus sekolah SMA, beliau diterima di 5 sekolah tinggi kedinasan di Bogor. "Dulu sekolah gak seperti sekarang, yang penting pintar, dan nilainya bagus, bisa msuk kemana saja yang kita sukai," ungkap Om Moekti melalui email yang dikirim untuk saya.
Lulus SMA beliau merantau ke Bogor untuk sekolah di salah satu Sekolah Tinggi Kedinasan. Karena beliau pemuda desa yang belum berpengalaman di kota besar dan tidak tau mau pilih sekolah mana, dia tanya kepada orang usai turun dari stasiun kereta api tentang alamat-alamat 5 sekolah yang telah menerimanya. Akhirnya dia memutuskan untuk memilih sekolah yang alamatnya paling dekat dengan Stasiun kereta api tersebut. Akhirnya beliau memilih Akademi
Departemen Pertanian,Ciawi-Bogor.
Keinginan dan rasa nasionalisme kala itu memang luar bisa. Kharisma Soekarno Presiden pertama RI sampai masuk dikalangan kampus begitu kuat. Om Moekti termasuk mahasiswa yang memilki rasa Nasionalisme yang kuat. Beliau ingin sekali membangun ekonomi dan kamajuan untuk republik ini. Demi cita2 berdikari membangun industri Indonesia tersebut beliau pindah jurusan dari pertanian ke jurusan technik
Kebijakan Soekarno yang ANTI barat, menjadikan Mahasiswa Indonesia yang pandai dikirim untuk belajar keluar negeri, dan termasuk Om Wiboe Mukti ini dikirim ke Negera Moskow. Soekarno tidak pernah mau kompromi dengan negara barat. Dia pemikir yang luar biasa, disaat banyak negara yang membuat blok barat dan timur, Soekarno sudah membuat organisasi negara-negara non blok.
Seoekarno juga mencetuskan bahwa batas wilayah negara itu bukan hanya darat dan laut saja, tetapi udara dan juga kedalaman bumi. Ketika zaman belum maju dan secanggih seperti saat ini. Soerkarno telah memikirkannya. Andaikan pemikiran ini direalisasikan, betapa kayanya indonesia. Berapa satelit yang mengorbit diatas bumi Indonesia. Jika ini diatur dengan jelas,mereka harus membayar pada negara ini. Berapa sewa yang harus dibayar untuk negara ini. Wilayah udara diatas Bumi Indonesia posisi paling strategis utuk tempat orbit satelit berbgai negara didunia sehingga bisa mengcover wilayah negara-negara didunia. Belum lagi kekayaan Indonesia yang berada di dalam perut bumi. Tidak tahu kan, andaikan sekarang kekayaan kita di bor miring dari negara tetangga. Dan Soekarno telah memikirkan hal ini semua sejak dulu untuk kita, Bangsa Indonesia.
Rezim Soekarno runtuh, diganti oleh Soeharto yang sangat kooperatif dengan barat menjadikan seluruh mahasiswa yang telah dikirim keluar negeri, menjadi takut untuk kembali ketanah air. ketakutan di cap sebagai PKI. Dan Pasti akan dibunuh, mejadikan Om Moekti menetap diluar negeri sampai sekarang.
Ketika browsing dan mengetikan kata Bojonegoro, beliau menemukan web site sekolah kita www.sma2bojonegoro.com, dan berkenalan dengan saya, sampai sekarang. Saat ini beliau menetap dan sudah memilki anak yang berprofesi sebagai dokter di belgia dan sudah memilki cucu. Tetapi rasa nasinalisme beliau masih tetap membara. Saya sering dikirimi email yang berisi tentang berita-berita indonesia yang sifatnya nasionalisme, dan beberapa hal mengenai bagaimana kebobrokan sistem birikrasi masa lalu.
Mengenang masa kebangkitan, dan rasa nasionlisme pada tanah tumpah darah negeri ini, Om Moekti mengirimkan sebuah puisi kepada saya saat memperingati Sumpah Pemuda 28 Oktober 2008.
Dari
Nurdiana:
LANTANGKAN DENDANG MEMBELA INDONESIA
Menyongsong 80 Tahun Sumpah Pemuda.
Di cakrawala gemerlapan Bimasakti,
bintang dan bulan pun jadi saksi,
maha jelita masa remaja,
hidup memateri jasa abadi,
langgeng tersimpan dalam sejarah,
di biru-dalam Laut Banda,
di hijau-tinggi Gunung Kerinci,
terpendam di arus Sungai Musi,
berkilau di riak Danau Maninjau,
bergema di alun Danau Toba
tersebar di ribuan pulau,
kisah mulia pemuda bangsa.
Dalam sejarah:
betapa jaya Gajahmada,
berikrar tumpahkan Sumpah Palapa:
idamkan kesatuan Nusantara.
Di awal abad duapuluh:
masa bergolak pancaroba,
bagai Krakatau muntahkan lahar,
tampil pemuda generasi baru,
penuh damba impian mulia,
dari terpencar jadi bersatu,
bersumpah setia satu cita,
membidani lahirnya bangsa.
Satu nusa, Satu bangsa, Satu bahasa:
INDONESIA,
buka halaman sejarah baru,
untuk merdeka melangkah maju.
Perwira ksatria pemuda pejuang,
pantang menyerah menentang penjajah,
tumpahan darah pahlawan korban,
berbuahkan INDONESIA merdeka.
Menakjubkan dan mempesona,
Untaian Zamrud Khatulistiwa,
bertabur wangi mawar melati,
berhias cemara hijau abadi.
Dari Timur sampai ke Barat,
bersatu padu seluruh rakyat,
hidup selaras seperasaan,
satu hati sepenanggungan.
Jelita wanita pakai kebaya,
bersarung batik bersanggul anggun,
merdu gamelan suling kecapi,
indah Serimpi dan tari Seudati.
Kerling mata penari Bali,
molek gadis bersolek manis,
lenggok lenggang Gambang Semarang,
nyamankan hati nikmat dipandang.
Seronok kroncong salueng talempong,
Rantak Kudo Randai si Marantang,
kaba panjang dendang rang Minang,
Manortor rang Batak sambil berdendang.
Riuh gemuruh Tari Barongsai,
petasan dibakar diarak ramai,
nyaman indah irama kasidah,
diiringi rebana bertalu merdu.
Tepak Tilu tarian Sunda,
Tari Lenso lenggokkan badan,
girang berjoget orang Jakarta,
bangga bangsa kaya budaya.
Mpu Tantular yang bijaksana,
wariskan Bhinneka Tunggal Ika,
berbeda, satu jua,
lambang persatuan INDONESIA.
Kini saatnya,
perlu dibela,
janganlah rela,
budaya kita,
jadi budaya,
negeri onta.
Di kala terpuruk buatan orba,
bangkitkan lagi remaja ksatria,
buka mata lawan pembodohan,
selamatkan pusaka para pahlawan,
bela kesatuan dan kepribadian,
dari ancaman pemerosotan.
Berdendang kita berdendang,
bela warisan pahlawan bangsa,
INDONESIA jadi gemilang,
berkat hikmat Sumpah Pemuda.
25 Oktober 2008.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Berita Terpopuler
-
Suatu pagi di Bandar Lampung , menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak. Si bapak adalah p...
-
Buat seluruh PTK yang membutuhkan tutorial untuk mengaktifkan NUPTK pada sistem PADAMU NEGERI silahkan klik disini . Saya membuat tutorial i...
-
Burung yang ditembak mati oleh pemburu di Hutan Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jatim, tepatnya di tepian Waduk Pacal. Sungguh tragis, Baru...
-
Bagi siswa kelas XII (kelas 3) tingkat menengah (SMA/SMK/MA) saat ini menjadi minggu-minggu awal bebas dari pelajaran dan UAN. Tentu perasaa...
-
Oleh: Prawoto (dimabil dari Majalah ZZ SMAN 2 Bojonegoro) Siapa sich di dunia ini yang tidak pernah merasakan jatuh cinta, kalaupun ada past...
-
Judul Buku: 7 Keajaiban Rizki Penulis: Ippho “Right” Santosa Penerbit: PT. Elekmedia Komputindo - Cetakan: ke-17, Mei 2011 Tebal: ...
-
Portofolian Desain Grafis: 1. Kalender SMAN 2 Bojonegoro 2004 2. Kalender SMAN 2 Bojonegoro 2005 3. Kalender SMAN 2 Bojonegoro 2006 4. K...
-
Lebaran ini, aku banyak menggunakannya untuk bercerita dan menggali kisah-kisah kearifan lokal yang dilakukana oleh leluhurku. Pak Wek, begi...
-
Aku hanya ingin mencatat semua kejadian hari ini, kejadian yang mungkin bukan apa-apa bagi orang lain, tapi sangat apa-apa bagiku. Mengabadi...
-
MANTRA CINTA PAWANG RINDU Resensi Buku Kumpulan Puisi Margendut Sayan g Oleh: Yonathan Rahardjo … //di lubang telinga/ mesra te...
