Berita Terpopuler

Bumi Manusia, Akhirnya Aku Jatuh Cinta

6.11.10
Setelah sekian lama, aku baru sempat membaca karya Pram. Baru Sempat, bukan karena apa-apa, hanya kata "Baru Sempat" itulah yang pas untuk menceritakan mengapa saya baru bisa membacanya. Sampai-sampai kata itu menjadi akhiran dari nama account FB-ku, "Prawoto Baru Sempat".

Lewat seorang teman, Anas Abdul Ghofar namanya, aku mendapatkan buku tersebut. Sekian tahun silam, adek angkatku pernah bercerita tentang buku-buku dari Pram. Waktu itu aku tidak tertarik sama sekali. "Apa sich yang menarik dari buku-buku Pram," pikirku waktu itu. Walau Putri, begitulah aku memanggil adikku, tidak secara langsung menyuruhku membaca. Dia bercerita tentang kekagumannya pada karya-karya Pram. Itu terjadi saat dia kelas 3 SMA, sekitartahun 2004. Aku 3 tahun lebih tua dari putri. Entah buku apa yang dia baca saatitu, gadis cantik itu hnay bercerita tentang kekagumannya pada karya pram. Seingatku dia tidak pernah memberitahukan tentang judul buku yangia baca.

Semenjak bergabung dengan "Sindikat Baca"-komunitas suka baca- aku baru mengerti tentang karya-karya Pram. Dua sahabatku -Anas dan Nanng- sering bercerita tentang buku-buku sastrawan asal Blora ini. Waktu itu, Nanang bercerita tentang buku Bumi Manusiayangbaru saja ia baca. Dia juga keranjingan buku-buku Pram. Sejak kuliah dia tidak suka membaca sastra, maklum anak kumunikasi, sukanya membaca filsafat. "Aku juga baru suka membaca sastra setalah akran dengan Anas kok", kelakar Nanang saat ngopi di rumah perumda.

Panjang memang ceritanya, bagaimana akhirnya aku suka membaca buku-buku Pram. Jujur, aku berterima kasih pada 2 orang sahabatku dan adekku yang yang menjadikan aku suka mebaca buku-buku tersebut. Walaupun mereka mungkin tak pernah menyadarinya. Ternyata, untuk menyukai sesuatu, kadang dibutuhkan waktu lama bahkan beberapa tahun. itu yang aku alami hingga akhirnya aku jatuh cinta pada karya-karya Pram. Sastrawan yangtempat lahirnya tidak jauh dari tempat kelahiranku.

Buku Bumi Manusi (1980,1981) adalah buku pertama dari tetralogi Buru. Ketiga buku lainnya adalah Anak Semua Bangsa (1981; 1981), Jejak Langkah (1985; 1985), Rumah Kaca (1988; 1988). Tetralogi Buru atau Tetralogi Pulau Buru atau Tetralogi Bumi Manusia adalah nama untuk empat novel karya Pramoedya Ananta Toer yang terbit dari tahun 1980 hingga 1988 dan kemudian dilarang peredarannya oleh Jaksa Agung Indonesia selama beberapa masa.

Tetralogi Buru ini mengungkapkan sejarah keterbentukan Nasionalisme pada awal Kebangkitan Nasional, dan pengukuhan atas seorang yang bernama Tirto Adhi Soerjo yang digambarkan sebagai tokoh Minke. (sumber: wikipedia)

Buku ini sangat perlu di baca oleh generisi saat ini. Menurutku buku ini wajib dibaca supaya tahun tentang Indonesia jaman dulu. Buku ini juga bisa meningkatkan semangat nasionalismu, kecintaan terhadap tanah air. Paling tidakitulah yang saya rasakan setelah usai membaca Bumi Manusia.

Inilah cerita singngkat Bumi Manusia:
Buku pertama tetralogi pulau Buru Pramoedya Ananta Toer ini bercerita tentang perjalanan seorang tokoh bernama Minke. Minke adalah salah satu anak pribumi yang sekolah di HBS. Pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa. Minke adalah seorang pribumi yang pandai, ia sangat pandai menulis. Tulisannya bisa membuat orang sampai terkagum-kagum dan dimuat di berbagai Koran Belanda pada saat itu. Sebagai seorang pribumi, ia kurang disukai oleh siswa-siswi Eropa lainnya. Minke digambarkan sebagai seorang revolusioner di buku ini. Ia berani melawan ketidakadilan yang terjadi pada bangsanya. Ia juga berani memberontak terhadap kebudayaan Jawa, yang membuatnya selalu dibawah.

Selain tokoh Minke, buku ini juga menggambarkan seorang "Nyai" yang bernama Nyai Ontosoroh. Nyai pada saat itu dianggap sebagai perempuan yang tidak memiliki norma kesusilaan karena statusnya sebagai istri simpanan. Statusnya sebagai seorang Nyai telah membuatnya sangat menderita, karena ia tidak memiliki hak asasi manusia yang sepantasnya. Tetapi, yang menariknya adalah Nyai Ontosoroh sadar akan kondisi tersebut sehingga dia berusaha keras dengan terus-menerus belajar, agar dapat diakui diakui sebagai seorang manusia. Nyai Ontosoroh berpendapat, untuk melawan penghinaan, kebodohan, kemiskinan, dan sebagainya hanyalah dengan belajar. Mingke juga menjalin asmara dan akhirnya menikah dengan Anneliesse, anak dari Nyai Ontosoroh dan tuan Millema.

Kisah asmara Minke dengan Anneliessemenjadi cerita yang marik dan unik untuk di simak. bagaiman awal mereka jatuh cinta dan mengapa mereka jatuh cinta,karena apa merek ajatuh cinta. Ketika mereka jatuh cinta, timbul permasalahan. Konflik batin, konflik sosial. Di dirumah di sekolah, minke mendapat masalah ketika mengenal keluarga "Nyai". Minke memang seorang pemuda yang benar-benar tidaklari dari masalah. Ia hadapi semua permasalhannya, seperti yang di pesankan ibundanya. Seorang laki-laki pantang untuk lari dari masalah, selesaikan masalahmu dengan muka tegak.

Melalui buku ini, Pram menggambarkan bagaimana keadaan pemerintahan kolonialisme Belanda pada saat itu secara hidup. Pram, menunjukan betapa pentingnya belajar. Dengan belajar, dapat mengubah nasib. Seperti didalam buku ini, Nyai yang tidak bersekolah, dapat menjadi seorang guru yang hebat bagi siswa HBS dan Minke. Bahkan pengetahuan si nyai itu, yang didapat dari pengalaman, dari buku-buku, dan dari kehidupan sehari-hari, ternyata lebih luas dari guru-guru sekolah HBS.

Tragis memang, diakhir cerita Minke harus berpisah dengan Anneliesse, istri tercintanya. Anneliesse dipaksa untuk pergi meninggalkan Indonesia oleh saudara tirinya. Gadis cantik dalam keadaan memprihatinkan haru berpisah dengan laki-laki yang sangat dicinta dan berpisah pula dengan Ibu yang selam ini meberinya kehidupan. Sebagai suami sah, dan sebagai ibu kandung mereka tidak bisa berbuat apa-apa atas putusan pengadilan. Mengapa demikian. Silahkan Baca...

Anda tertarik, silahkan membacanya.
Salam, Sindikat Baca"Boleh Gaya Asal Suka Baca"

0 komentar:

 
CAKRAWALA KEHIDUPAN © 2012 Development Fauns